Jumat, 06 November 2009

. KPK (CICAK) VS POLRI (BUAYA) 4 “Anggoro Minta Jaminan”



BILD JAKARTA-Pada Hari Jum'at, 06 November 2009 TIM independen verifikasi fakta dan proses hukum atau Tim 8 kemarin berupaya menelisik keterkaitan ka¬sus kriminalisasi dua pimpinan KPK nonaktif, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah, de¬ngan sejumlah kasus dugaan korupsi yang tengah di¬selidiki lembaga antikorupsi itu.
Tim 8 berusaha mengonfirmasi dugaan yang berkembang di masyarakat bahwa kasus hukum terhadap Bibit dan Chandra disebabkan KPK menyelidiki ka¬sus dugaan tindak pidana korupsi penyelamatan Bank Century.
Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji dikabarkan terkait kasus tersebut karena memberikan rekomendasi pencairan dana milik pengusaha Boedi Sampoerna di Bank Century. Selain itu, keduanya aktif mengusut dugaan kasus korupsi radio komunikasi Departemen Kehutanan yang melibatkan mantan Menteri Kehutanan Malam Sambat Ka'ban.
Ketua Tim Independen Adnan Buyung Nasution menuturkan, Tim 8 berharap agar Chandra dan Bibit memberikan informasi tersebut agar latar belakang kasus yang menimpa mereka terungkap ''Informasi dari versi Bibit dan Chandra ini tentunya untuk mendapatkan kebenaran sejati tentang apa yang terjadi di balik peristiwa ini,'' katanya.
Untuk itu, Tim 8 alias Tim Pencari Fakta (TPF) kemarin memintai keterangan Bibit dan Chan¬dra di kantor Dewan Pertimbangan Presiden, kompleks Istana Kepresidenan. Keduanya datang dengan didampingi sejumlah kuasa hukumnya.
Anggota Tim 8 Anies Baswedan menuturkan, dalam pertemuan tersebut, Chandra dan Bibit mengakui bahwa KPK memiliki rekaman hasil penyadapan yang membicarakan kasus dugaan korupsi dana penyelamatan Bank Century. Dalam rekaman itu, nama Susno Duadji kembali disebut-sebut. ''Mereka mengatakan, rekaman itu ada dan disimpan KPK,'' terang Anies.
Chandra yang dicegat wartawan setelah dimintai keterangan oleh Tim 8 menyatakan telah menyampaikan hal-hal yang diketahuinya tentang kasus-kasus hukum yang ditanyakan Tim 8. Meski demikian, Chandra tidak bersedia memberikan keterangan tentang rekaman hasil penyadapan yang diduga kembali melibatkan Susno Duadji. ''Status saya saat ini sudah nonaktif. To¬long, tanyakan hal itu kepada pimpinan KPK,'' katanya.
Di tempat terpisah, Departemen Luar Negeri (Deplu) menyatakan siap membantu pemanggilan terhadap Direktur PT Masaro Anggoro Widjojo. Perbu¬ruan buron kasus penyuapan peng¬adaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu Departemen Kehutanan (Dephut) Rp 180 miliar itu semakin digiatkan menyusul dibebernya rekaman adik Anggoro, Anggodo Widjojo, terkait dugaan rekayasa kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Indonesia belum efektif memiliki perjanjian ekstradisi dengan Singapura, namun bisa diupayakan melalui mekanisme mutual legal assistance (MLA),'' ujar Teu¬ku Faizasyah, juru bicara Deplu, di Jakarta kemarin (5/11).
Dia menjelaskan, upaya pemulangan Anggoro melalui MLA dimung¬¬kinkan jika ada permintaan resmi dari instansi atau lembaga hukum. Saat ini Deplu bekerja sama de¬ngan Interpol untuk memproses rekomendasi dari KPK agar pemerintah Singa¬pura memulangkan Anggoro ke Indonesia. (TIM)

KPK (CICAK) VS POLRI (BUAYA) 3 “Kriminalisasi KPK Terkait Century”






BILD JAKARTA- Jumat, 6 Nopember 2009 pukul 13:23 WIB Tim 8 meyakini adanya keterkaitan kasus Bank Century dengan kasus hukum yang dihadapi oleh dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto.
Tim independent verifikasi bentukan presiden ini mendalami kemungkinan kasus Bank Century itulah sebagai pemicu perseteruan yang memuncak antara Polri dan KPK.
"Soal Century cukup dibicarakan agak panjang. Kita merasa bahwa kasus Century ini terkait sekali dengan soal kasus Chandra-Bibit ini," kata salah seorang anggota Tim 8, Anies Baswedan, di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), saat menunggu kedatangan Kejagung Hendarman Supandji, Jumat (6/11).
Namun Anies mengatakan, Tim 8 belum mengambil langkah khusus soal kasus Bank Century karena keterkaitan tersebut baru sebatas dugaan-dugaan. "Ini baru sebatas dugaan-dugaan, jadi belum ada langkah-langkah khusus kecuali pendalaman," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution telah menyinggung kasus Bank Century yang ia sebut sebagai benang kusut yang harus diurai, yang diduga sebagai pemicu kasus hukum yang mengaitkan Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto pada satu pihak dan Kabareskrim non aktif Susno Duadji.
Chandra Hamzah Kamis kemarin telah diminta keterangan oleh Tim 8 dalam pertemuan di kantor Wantimpres. Menurut Chandra, Tim 8 menanyakan kasus-kasus lain di luar dari kasus hukum yang ia hadapi. Chandra menolak memperjelas bahwa kasus itu berkaitan dengan kasus Bank Century.
Chandra minta Tim 8 menanyakan perkembangan kasus tersebut kepada pimpinan KPK yang saat ini menjabat karena dirinya tidak lagi aktif sebagai pimpinan.
“Hal penting yang saya jelaskan kepada Tim 8 adalah bahwa saya dan Pak Bibit tidak menyalahgunakan wewenang dan menerima suap seperti yang dituduhkan oleh Mabes Polri,” kata Chandra.
Pelaksana tugas Ketua KPK Tumpak Hanorangan Panggabean dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR menyebutkan program kerja KPK saat ini yang di antaranya fokus pada BankCentury dan beberapa kasus tindak pindana korupsi lainnya.
Jumat pagi hari ini, Tim 8 menggelar pertemuan dengan Kepala Kejaksaan Agung Hendarman Supandji, setelah kemarin juga meminta keterangan Anggodo Widjojo. Rekaman percakapan Anggodo yang dibuka dalam sidang Mahkamah Konstitusi Selasa (3/11) lalu membuka kedok rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK itu.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, Tjahjo Kumolo, mendesak presiden mengambil alih permasalahan setelah detil rekaman 'kriminalisasi KPK' dibuka. "Apa pun ini jelas sudah menyangkut sistem penegakan hukum yang secara opini dan sistemik sudah hancur," ujarnya Jumat (6/11).
"Melalui hak konstitusionalnya, presiden harus cepat mengambil alih permasalahan ini. Sebab, hal ini sudah menyangkut 'wajah negara' di mata dunia, khususnya sistem hukum kita dan membahayakan investasi," katanya.
Tjahjo Kumolo juga mendesak DPR menggelar rapat konsultasi dengan Presiden. "Ini penting untuk mendapat kejelasan dan penjelasan yang konkret, tepat serta jelas," katanya.
Presiden, menurut Sekretaris Tim 8, belum menerima laporan dari Tim 8 tentang masalah ini. Tim masih akan mengumpulkan keterangan-keterangan dari berbagai pihak yang terkait.
Namaun saat ini, menurut Ketua Pedoman Indonesia Fadjroel Rachman, merupakan momentum emas bagi Presiden Yudhoyono untuk memerangi terhadap korupsi bersama rakyat. Salah satu usulnya menempatkan Adnan Buyung Nasution sebagai Jaksa Agung.
"Memilih Adnan Buyung Nasution sebagai Jaksa Agung baru secara perlahan akan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kejaksaan," ujarnya di Jakarta Jumat.
Sementara untuk penggantian Kapolri saat ini, menurut dia, dapat diangkat dari para jenderal yang berada dua atau tiga angkatan di bawah Kapolri saat ini. "Tujuannya adalah untuk memutus mata rantai ketidakberesan yang ada di tubuh Kepolisian saat ini," katanya.(TIM)

Warga Iran Selundupkan SS Rp. 6,5 M dalam Kimono Modus Anyar Sindikat Pemadat dari Turki-Iran




BILD SURABAYA – Pada Hari Jum'at, 06 November 2009 Tim gabungan Bea Cukai, Polisi Militer TNI-AL (Pomal), dan Ditnarkoba Polda Jatim membongkar sindikat narkoba internasional dari Turki, Selasa (3/11) dan Rabu (4/11). Modusnya baru. Serbuk sabu-sabu (SS) dilekatkan di baju mandi (kimono) berbahan handuk.
Dari penggerebekan tersebut, tim gabungan berhasil menangkap empat warga Iran. Salah seorang adalah wanita bernama Mozhran, 39. Lalu, tiga lainnya yang semua pria bernama Mohammad, 21; Sayyed Maghdi, 27; dan Mohammad Reza, 35.
Selain itu, tim menyita kimono seberat 9,7 kilogram. Di kimono itulah terdapat 4,7 kilogram SS senilai Rp 6,5 miliar.
Menurut Kakanwil BC Jatim I Jasman Sutedjo, kasus itu bermula dari kecurigaan pihaknya terhadap tampilan mesin X-ray terhadap barang bawaan Mozhran dan Mohammad. ''Keduanya datang dari Kuala Lumpur menggunakan Malaysia Airlines,'' kata Jasman. Yang semakin mencurigakan, dua warga Iran tersebut tampak bingung ketika lama diperiksa.
Tampilan monitor X-ray menunjukkan bahwa di masing-masing tas terdapat tumpukan yang diduga kain berwarna cukup gelap, sehingga perlu pemeriksaan fisik. Apalagi, ketika diwawancarai petugas Custom Declarations (CD), keduanya mengaku dari Istanbul dan tak tahu tujuan ke mana di Indonesia. ''Jalur Istanbul-Kuala Lumpur-Surabaya adalah jalur rawan narkoba,'' papar Jasman.
Petugas kemudian memeriksa kimono tersebut secara fisik. Terasa kaku. Ketika dipegang, tangan petugas tersebut langsung penuh bubuk putih. Petugas kemudian mengibaskan kimono tersebut dan semakin banyak bubuk putih yang keluar. Bubuk putih itu lantas diperiksa melalui narco-test (sebuah alat penguji narkoba). Hasilnya ternyata positif methamphetamine. Itu adalah nama medis sabu-sabu.
''Ini adalah modus baru. Menyelundupkan narkoba melalui kimono,'' papar Jasman.
Modus sebelumnya yang biasa digunakan adalah melalui kemasan makanan (biskuit), dinding palsu di tas dan koper, disembunyikan di sol sepatu, dililitkan ke badan (body stripping), disembunyikan melalui pakaian dalam, dan memasukkan methamphetamine cair ke dalam botol sampo, detergen, atau air mineral.

Sadar bahwa dua orang itu adalah anggota sindikat narkoba internasional, bea cukai lantas berkoordinasi dengan Ditnarkoba Polda Jatim. Polisi langsung mengembangkan penyidikan. Dalam pemeriksaan, dua orang Iran tersebut mengaku bukan pemilik asli tas itu. Tas tersebut adalah titipan dari seorang pria Turki berinisial Mr G yang sampai saat ini masih berada di Istanbul.
''Keduanya hanya kurir dan disuruh mengantarkan ke seseorang bernama Mohammad Reza melalui Sayyed Maghdi yang sudah menginap di Hotel Inna Simpang,'' jelas Kasat II Ditnarkoba Polda Jatim AKBP Sudirman. Petugas langsung menggerebek hotel tersebut dan berhasil membekuk Sayyed.
Di dalam kamar hotel itu, polisi juga menemukan sebuah kimono yang kaku, sama seperti yang ditemukan di tas pasangan Mohammad dan Mozhran. Memanfaatkan Sayyed, polisi kemudian memancing Mohammad Reza. Pancingan itu berhasil. Petugas kemudian menangkap Mohammad Reza di lantai 3 Tunjungan Plaza.
Namun, ujung sindikat itu masih belum terpegang. Dari pengakuan dua tersangka yang ditangkap belakangan, kimono tersebut akan digabungkan dengan kimono yang dibawa Mohammad dan Mozhran, selanjutnya diserahkan kepada seseorang berinisial Mr A. ''Kami masih memburu Mr A itu. Telepon genggamnya tak pernah aktif, sehingga kami sulit melacak,'' tutur perwira dengan dua mawar di pundak tersebut.
Sudirman menyatakan, dalam waktu dekat, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BNN yang dua pekan lalu juga mengungkap sindikat narkoba asal Iran. ''Tampaknya ada indikasi keterkaitan antara dua sindikat ini. Namun, pastinya apa, masih kami telusuri,'' tuturnya.
Selain itu, Sudirman menyatakan mencari warga lokal yang menjadi ''penunjuk'' bagi sindikat tersebut. ''Sulit dipercaya bila mereka hanya bergerak sendiri tanpa ada bantuan orang lokal. Kami masih mencarinya,'' tegasnya. (Ronny & Tia)

Rabu, 04 November 2009

MENKES DI GANTI PELAYANAN KESESEHATAN SEMERAWUT 1”Bayi Umur Dua Hari Diculik di RS”





BILD Semarang-Pada Tanggal 28 October 2009 Pasangan suami-istri, Muhamad Yahron dan Dwi Setyawati, shock berat begitu mengetahui sang buah hati yang baru saja dilahirkan hilang di Rumah Sakit Ketileng, Semarang, Jawa Tengah. Diduga bayi yang lahir melalui operasi caesar ini, diculik seorang wanita yang mengaku saudara orangtuanya.
Hilangnya bayi laki-laki ini baru diketahui dua hari setelah dilahirkan. Menurut keterangan petugas rumah sakit, peristiwa tersebut bermula ketika anak kedua pasangan suami-istri itu, dimandikan oleh seorang suster. Tapi, setelah lama ditunggu bayi tidak juga dikembalikan ke boks yang ada di kamar ibunya.
Ternyata bayi tersebut hilang dan hingga kini masih dalam pencarian. Suster yang memandikan bayi mengaku, saat itu ada seorang wanita ingin mengambil bayi dan akan membawanya ke kamar. Ternyata wanita tersebut adalah penculik.
Menanggapi kasus ini, Direktur RS Ketileng, Niken Widiah Hasti, Rabu (28/10), menampik jika peristiwa ini adalah kelalaian pihak rumah sakit. Menurut dia penanganan bayi dan ibu sudah sesuai dengan prosedur.
Kasus ini kini ditangani Kepolisian Resor Semarang Selatan. Berdasarkan keterangan saksi, polisi telah membuat sketsa wajah pelaku. Namun sejauh ini belum ada titik terang pelaku penculikan. (TIM)

KPK (CICAK) VS POLRI (BUAYA) 1 “CICAK KOK MAU MELAYAN BUAYA ”




BILD JAKARTA-ISU tak sedap menerjang Kepala Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji. Telepon genggamnya disadap oleh penegak hukum lain. Penyadapan itu diduga terkait dengan penanganan kasus Bank Century.
Susno menyatakan dirinya tak marah atas penyadapan itu. ”Saya hanya menyesalkan,” ujarnya. Siapa penyadapnya, ia tak mau buka mulut. Lulusan Akademi Kepolisian 1977 ini menyebut penyadapan itu sebagai tindakan bodoh. Sehingga, ujarnya, ia justru sengaja mempermainkan para penyadap dengan cara berbicara sesuka hati.
Sebelumnya, polisi memeriksa Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah lantaran disebut-sebut melakukan penyadapan tak sesuai prosedur dan ketentuan. Pemeriksaan Chandra dituding sebagai upaya polisi untuk melumpuhkan komisi yang galak terhadap koruptor itu. Apa yang terjadi sebenarnya? Pekan lalu, wartawan Tempo Anne L. Handayani, Ramidi, dan Wahyu Dhyatmika menemui Susno Duadji di ruang kerjanya untuk sebuah wawancara. Berikut petikan wawancara tersebut.
Polisi dituduh hendak menggoyang KPK karena memeriksa pimpinan KPK dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang penyadapan. Komentar Anda?
Kalangan pers harus mencermati, apakah karena dia (Chandra Hamzah) pimpinan KPK lalu ada masalah seperti ini tidak disidik. Katanya, asas hukum kita, semua sama di muka hukum. Jelek sekali polisi kalau ada orang melanggar undang-undang lalu dibiarkan. Kami sudah berupaya netral dan menjadi polisi profesional.
Apa memang ditemukan penyalahgunaan wewenang untuk penyadapan itu? Saya tidak mengatakan penyalahgunaan atau apa. Silakan masyarakat menilai. Menurut aturan, yang boleh disadap itu orang yang dalam penyidikan korupsi. Kalau Rhani Juliani, apa itu korupsi? Dia bukan pengusaha, bukan pegawai negeri, bukan juga rekanan dari perusahaan. Kalau korupsi, korupsi apa, harus jelas.
Tapi sikap Anda ini dinilai menggembosi KPK? Kalau kami mau menggembosi itu gampang. Tarik semua personel polisi, jaksa. Nanti sore juga bisa gembos. Lalu Komisi III nggak usah beri anggaran. Kami berteriak-teriak ini supaya baik republik ini.
Kami mendapat informasi, saat diperiksa Antasari membeberkan keburukan pimpinan KPK yang lain. Saya tidak tahu, tanya ke Antasari. Lha, sekarang kalau pimpinannya yang mengatakan lembaga itu bobrok, berarti parah, dong. Dia kan yang paling tahu. Dia kan pimpinannya.
Ada kesan POLISI dan KPK justru berkompetisi, bukan bersinergi. Benar? Tidak, yang melahirkan KPK itu polisi dan jaksa. Saya anggota tim perancang undang-undang (KPK). Kami sangat mendukung. Tapi karena opini yang dibentuk salah, seolah-olah jadi pesaing. Padahal 125 personel yang melakukan penangkapan dan penyelidikan (di KPK) itu kan personel polisi. Penuntutnya juga dari kejaksaan. Kalau nggak gitu, ya matek (mati) mereka. Jadi, tak benar jika dikatakan ada persaingan
Anda, kabarnya, juga akan ditangkap tim KPK karena terkait kasus Bank Century? Ah, ya enggak, itu kan dibesar-besarkan. Mau disergap, timbul pertanyaan siapa yang mau menyergap. Mereka kan anak buah saya. Kalau bukan mereka, siapa yang mau nangkap? Makanya, Kabareskrim itu dipilih orang baik, agar tidak ditangkap.
Kalau penyidik KPK yang menangkap?Mana berani dia nangkap?
Karena adanya berita itu, Anda katanya marah sekali sehingga kemudian memanggil semua polisi yang bertugas di KPK? Tidak, saya tidak marah. Mereka kan anak buah saya. Mereka pasti memberi tahu saya. Saya cuma kasih tahu kepada mereka, gunakan kewenangan itu dengan baik.
Apa benar Anda minta imbalan untuk penerbitan surat kepada Bank Century agar mencairkan uang Boedi Sampoerno? Imbalan apa? Apanya yang dikeluarkan? Semua akan dibayar, kok. Bank itu tidak mati, semua aset diakui dan ada. Terus apa lagi yang mesti diurus? Yang perlu diurus, uang yang dilarikan Robert Tantular itu.
Jadi, apa konteksnya saat itu Anda mengirim surat ke Bank Century? Konteksnya, saya minta jangan dicairkan dulu rekening yang besar-besar. Kami teliti dulu. Paling besar kan punya Boedi Sampoerna, nilainya triliunan rupiah. Kami periksa dulu, kenapa Boedi Sampoerna awalnya nggak mau melaporkan.
Menurut Anda, kenapa ada pihak yang berprasangka negatif kepada Anda? Kalau orang berprasangka, saya tidak boleh marah, karena kedudukan ini (Kabareskrim) memang strategis. Tetapi saya menyesal, kok masih ada orang yang goblok. Gimana tidak goblok, sesuatu yang tidak mungkin bisa ia kerjakan kok dicari-cari. Jika dibandingkan, ibaratnya, di sini buaya di situ cicak. Cicak kok melawan buaya. Apakah buaya marah? Enggak, cuma menyesal. Cicaknya masih bodoh saja. Kita itu yang memintarkan, tapi kok sekian tahun nggak pinter-pinter. Dikasih kekuasaan kok malah mencari sesuatu yang nggak akan dapat apa-apa.
Siapa Lebih Kuat POLRI/KPK?
Pada Tanggal 11September 2009 pukul 06:06 wib Jika sebelumnya kompetisi antarlembaga penegak hukum ini hanya muncul sebatas rumors dan asumsi, namun kini semuanya terbukti dengan gamblang. Masing-masing pihak juga memiliki kartu truf untuk menjatuhkan pihak lawan demi mengamankan posisi sendiri. Upaya Presiden SBY mendamaikan perseteruan KPK-Polri beberapa waktu lalu tampaknya tak membuahkan hasil. Sebalinya, perseteruan meeka malah kian terbuka.
Berpijak pada testimoni Antasari Azhar, Polri memanggil empat pimpinan KPK dan empat pejabat KPK. Polisi memanggil petinggi KPK dengan jeratan pasal 23 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 atas dugaan telah menyalahgunakan kekuasaan dan wewenang sebagaimana dimaksud dalam pasal 421 KUHP.
Atas pemanggilan itu, mereka yang memenuhinya pada Kamis (10/9) hanya Direktur Penyelidikan KPK Iswan Elmi, Kabiro Hukum KPK Chaidir Ramli, dan Satgas Penyelidik KPK Arry Widiatmoko. Sebelumnya, Rabu (9/9) penyidik KPK Rony Samtana juga telah diperiksa polisi terlebih dulu.
Di sisi lain lagi, KPK juga 'mengancam' akan memanggil Kabareskrim Susno Duadji dalam kasus dugaan korupsi di Bank Century. Diinformasikan, Susno Duadji disebut-sebut terlibat dengan dugaan dua surat Susno yang memuluskan upaya pencairan dana US$ 18 juta milik Boedi Sampoerna di Bank Century. Meski untuk hal ini, bekas Kapolda Jawa Barat ini membantahnya.
Rencana KPK memanggil Susno Duadji hanya akan berlangsung jika telah memenuhi dua alat bukti yang cukup untuk pemanggilan. "Kami akan kaji apa ada indikasi SD ini terlibat," kata Waki Ketua bidang Penindakan KPK Bibit Samad Irianto. Meskipun demikian ia berharap, oknum polisi yang dimaksud tidak terlibat dalam dugaan kasus korupsi tersebut.
Dua kasus yang memicu rivalitas dua lembaga penegak hukum tersebut kini memang tengah berjalan. Untuk dugaan kasus suap dari Direktur PT Masaro Anggoro Widjaja sebesar Rp 5,1 miliar kini tengah ditangani kepolisian. Polisi juga telah menahan Ary Muladi sebagai tersangka dalam kasus penipuan yang berkedok utusan KPK.
Sedangkan untuk kasus Bank Century, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih menjalankan audit investigasi. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) saat ini juga telah menemukan 21 transaksi yang mencurigakan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. "Yang jelas, transaski itu sudah kami laporkan ke pihak kepolisian," kata Kepala PPATK Yunus Husein.
Menurut dia, berdasar penelusuran PPATK, deposan besar yang menarik dana dari Bank Century setelah diambil alih Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya Boedi Sampoerna. Yunus menyebutkan, dana yang ditarik oleh Boedi Sampoerna hanya Rp 200 miliar atau sekitar 10% dari total simpanannya di Bank Century yang totalnya mencapai Rp 2 triliun.
Kedua lembaga penegak hukum itu, KPK dan Polri, seperti dipacu untuk adu cepat dalam menetapkan status tersangka atas pihak lainnya. Jika semangat itu yang terus dikedepankan, jelas ini menjadi akan preseden butuk bagi penegakan hukum di Indonesia. Semestinya, semangat supremasi hukum diletakkan dalam bingkai transparansi, akuntabilitas, dan penuh tanggung jawab(Ronny/Bersambung)

LETNAN KOLONEL INF DEDY KUSMAYADI JABAT DANBRIGIF 16/WY





BILD Surabaya-Pada Hari Selasa, 3 November 2009 pukul 08:05 wib Kepala Staf Kodam V/Brawijaya (Kasdam V/Brawijaya) Brigadir Jenderal TNI B.Sumarno, pada Senin (02/11) melantik Letnan Kolonel Infanteri Dedy Kusmayadi sebagai Komandan Brigade Infanteri 16/Wira Yudha baru yang Markasnya berkedudukan di kota Kediri, menggantikan Kolonel Infanteri Wijanto, S,Sos bertempat di Lapangan upacara Brigade Infanteri 16/Wira Yudha Kediri.
Pejabat lama Komandan Brigade Infanteri 16/Wira Yudha Kolonel Infanteri Wijanto, S,Sos akan menempati posnya yang baru sebagai Asisten Personel Kodam III/Siliwangi, sedangkan Letnan Kolonel Infanteri Dedy Kusmayadi sebelumnya menjabat sebagai Paban III Staf Personel TNI AD (Spersad).
Panglima Kodam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Soewarno, S.IP, M.Sc, dalam amanatnya mengatakan, alih tugas dan jabatan merupakan salah satu bentuk mekanisme organisasi dalam pembinaan personel dilingkungan Kodam V/Brawijaya. Juga sebagai upaya pembinaan satuan dibidang personel, dalam rangka penyegaran tugas, sehingga kinerja organisasi dapat ditingkatkan. Selain itu untuk menambah pengalaman dan wawasan prajurit, sebagai bekal dalam menyongsong pengembangan karier selajutnya.
Jenderal berbintang dua yang selalu murah senyum ini juga menyampaikan, bahwa Brigade Infanteri 16/Wira Yudha sebagai satuan yang berada dijajaran Kodam V/Brawijaya merupakan satuan yang disiapkan untuk menghadapi setiap ancaman dan kontinjensi yang mungkin timbul diberbagai wilayah NKRI, khususnya wilayah Jatim. Dengan bekal kemampuan dan ketrampilan yang telah dimiliki, maka Pangdam berharap satuan ini dapat diandalkan untuk menghadapi berbagai tantangan tugas kedepan yang mungkin dihadapi oleh Kodam V/Brawijaya maupun oleh TNI.
Menyikapi keterbatasan dukungan dana dan anggaran pemerintah saat ini yang dinilai masih jauh dari kenyataan kebutuhan, maka Jenderal bintang dua kelahiran Purworejo 54 tahun yang lalu menekankan, agar para prajurit Brigade Infanteri 16/Wira Yudha tidak berkecil hati dan mengendurkan semangat pengabdiannya, namun justru semakin lebih mengembangkan inovasi dalam rangka mengatasi berbagai kendala yang dihadapi untuk meningkatkan upaya pembinaan satuan. (Ronny & Tia)

Minggu, 01 November 2009

BANDAR DAN PENGEDAR NARKOTIKA DI TANGKAP POLISI





BILD RIAU-Pada Tanggal 26 October 2009 pukul 14:10:29 wib Bandar dan pengedar narkotika jenis ekstasi ditangkap satuan narkoba Polres Natuna ketika berinteraksi di Cafe Mentari, Batu Kapal, Natuna.
Pelaku bernama AK (35) DAN RD (25)

NATAL & TAHUN BARU 2011

NATAL & TAHUN BARU 2011
KITA BERSYUKUR BISA MERAYAKAN HARI NATAL & TAHUN BARU MAKA DARI ITU KITA HARUS MENGHARGAI & MEMBANTU ORANG YANG MEMBUTUHKAN SERTA KITA HARUS BISA MEMAAFKAN ORANG LAIN YANG MENYAKITI KITA

NATAL & TAHUN BARU 2011

NATAL  & TAHUN BARU 2011
KITA BERSYUKUR BISA MERAYAKAN HARI NATAL & TAHUN BARU MAKA DARI ITU KITA HARUS MENGHARGAI & MEMBANTU ORANG YANG MEMBUTUHKAN SERTA KITA HARUS BISA MEMAAFKAN ORANG LAIN YANG MENYAKITI KITA

IDUL FITRI TAHUN 2010

IDUL FITRI TAHUN 2010
DALAM HARI FITRI INI KITA HARUS BISA MENGHARGAI ORANG LAINH & KITA HARUS BISA MEMAAFKAN ORANG LAIN YANG MENYAKITKAN DIRI KITA

IDUL FITRI 2010

IDUL FITRI 2010
DALAM HARI FITRI INI KITA HARUS BISA MENGHARGAI ORANG LAINH & KITA HARUS BISA MEMAAFKAN ORANG LAIN YANG MENYAKITKAN DIRI KITA

DIRGAHAYU RI KE 65 TAHUN

DIRGAHAYU RI KE 65 TAHUN
MARI KITA BERANTAS KORUPSI

DIRGAHAYU RI KE 65 TAHUN

DIRGAHAYU RI KE 65 TAHUN
MARI KITA BERANTAS KORUPSI

FU WALI KOTAKU

FU WALI KOTAKU
INGAT TANGGAL 2 JUNE 20010 COBELOS NO 2

NATAL 2009

NATAL 2009

TAHUN BARU 2010

TAHUN BARU 2010

GONG XI FA CAI 2010

GONG XI FA CAI 2010
REDAKSI BERLIN DEUTSCHLAND GROUP (DEUTSCHE TV,ZEITUNG BERLIND DEUSCHLAND,ZEITUNG BORGOL & ZEITUNG POLIZEI) MENGGUCAKAN SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA CHINA 2010 “GONG XI FA CAI”

SELAMAT JALAN “KH Abdurahman Wahid/Gus Dur”

SELAMAT JALAN “KH Abdurahman Wahid/Gus Dur”

SELAMAT JALAN WAKIL GEBENUR JATIM BPK TRIMARJONO

SELAMAT JALAN WAKIL GEBENUR JATIM BPK TRIMARJONO
REDAKSI BERLIN DEUTSCHLAND GROUP (DEUTSCHE TV,ZEITUNG BERLIND DEUSCHLAND,ZEITUNG BORGOL & ZEITUNG POLIZEI) IKUT BERDUKA CITA ATAS MENINGGALNYA WAKIL GEBENUR JATIM BPK TRIMARJONO SEMOGA ARWA ANDA DI TERIMA OLEHNYA & KELUARGA YANG DI TINGGALKAN DI BERIKESEHATAN DAN KEKUATAN DARI TUHAN

NARKOBA & MIRAS ADALAH KEMATIAN

NARKOBA & MIRAS ADALAH KEMATIAN
JANGAN COBA-COBA MENIKMATI/MENGEDARKAN NARKOBA & MIRAS BILA TIDAK MAU JADI MAYAT/MENINGGAL PESAN DARI BADAN NARKOBA NASIONAL INDONESIA & BADAN ANTI NARKOBA JERMAN

WANTED DEUTSCHE POLIZEI

WANTED DEUTSCHE POLIZEI
HER LIE,UMUR 60 TAHUN,HATI-HATI DENGAN ORANG INI. JAUHKAN ANAK-ANAK ANDA DARI ORANG INI. KARENA NANTI ANAK ANDA BISA HILANG DARI ANDA. MASYAKARKAT YANG MENGGETAHUI ANDA BISA HUBUNGI KANTOR POLISI JERMAN DI BERLIN Tel (04930) 4664664,Hamburg Tel: (04940) 19296,428676767,428650 E-Mail: lka.7011@hamburg.de ATAU HUBUNGI REDAKSI BILD REDAKSI DI TEL (06231)70696441

JERITAN HATI MASYARAKAT 4

JERITAN HATI MASYARAKAT 4
HARI INI MASIH ADA PEJABAT YANG MENGGUNAKAN JILBAB MENGHINA WARTAWAN MEDIA CETAK MINGGUAN. BILA SEMUA PEJABAT MEMILIKI SIFAT BURUK. INDONESIA JADI APA? DAN APA KATA DUNIA

JERITAN HATI MASYARAKAT 3

JERITAN HATI MASYARAKAT 3
HARI INI MASIH ADA PEJABAT/STAF PAJAK & KEMENTERIAN KEUANGAN CURI UANG MASYARAKAT. APA KATA DUNIA? (BILD RI 28 MARET 2010)

JERITAN HATI MASYARAKAT 2

JERITAN HATI MASYARAKAT 2
HARI INI IBU SRI MULIANI MASIH MILIKI SIFAT MUNAK & SUKA MEMBUAL APA KATA DUNIA? (BILD RI 25 MARET 2010)

JERITAN HATI MASYARAKAT 1

JERITAN HATI MASYARAKAT 1
HARI INI MASIH ADA PEJABAT KORUPSI APA KATA DUNIA? (BILD RI 20 MARET 2010)