Rabu, 02 Desember 2009

AGOTA POLRI MININGGAL DUNIA1 “Dua Personel Polres Sukoharjo Tewas Tertimpa Pohon”




BILD SUKOHARJO – Pada Hari Selasa, 01 Desember 2009 Dua personel Polres Sukoharjo tewas saat menjalankan tugas pengamanan, setelah mobil patrolinya tertimpa pohon, Minggu, 29 November malam lalu. Seorang polisi lainnya yang bertindak sebagai pengemudi mobil itu luka serius dan shock.
Kedua polisi yang tewas tersebut adalah Bripka Mahmud Mashuri dan Bripka Kesmedi. Sedangkan yang terluka dan kini dirawat di Rumah Sakit dr Oen Solo Baru adalah Bripka Parji.
Kejadian itu berawal ketika ketiga polisi tersebut mendapatkan tugas pengamanan dalam pada pergelaran wayang kulit di Desa Ngreco, Kecamatan Weru, sekitar pukul 21.00. Mereka mengendarai mobil patroli dengan posisi duduk bertiga di jok depan.
Baru sekitar 400 meter meninggalkan Mapolsek Weru, sebatang pohon besar tumbang dan menimpa bagian depan mobil patroli itu. Begitu beratnya pohon tersebut sehingga bagian depan mobil itu ringsek.
Malang bagi Mahmud dan Kesmedi. Kepala keduanya tergencet batang pohon tersebut. Sementara itu, Parji, sang pengemudi yang duduk paling kanan, hanya punggung dan sedikit kepalanya yang tertimpa. Dia bahkan masih sempat menjalankan mobil tersebut hingga beberapa meter meski sudah dalam keadaan ringsek.
Warga sekitar TKP, Suyatni, menyatakan sempat mendengar suara keras. Perempuan berusia 47 tahun itu pun berniat keluar rumah untuk mencari sumber suara tersebut. ''Saya tidak bisa keluar karena pintu depan sudah tertutup dahan dan ranting,'' ungkapnya.
Dengan berjalan memutar dari pintu samping, dia sampai juga ke depan rumahnya. Perempuan itu melihat mobil patroli yang ringsek ditimpa pohon. Dia juga mendengar klakson mobil yang terus berbunyi serta rintihan orang minta tolong. (Jend Sutanto)

SISTEM KINERJA POLISI BURUK SETELAH JEND SUTANTO TIDAK LAGI DI POLRI 6 “Polisi Edarkan Shabu, Ditangkap, Tikam Polisi”




BILD MAKASSAR-Pada Hari Kamis, 05 November 2009 BKM -- Citra kepolisian di daerah ini kembali tercoreng. Kali ini, seorang oknum polisi yang bertugas di jajaran Polres Gowa, Bripka Rs, diduga terlibat peredaran narkoba jenis shabu-shabu Rabu (4/11) kemarin pukul 05.30 Wita, saat hendak ditangkap di depan sebuah warung kopi di Jl Veteran Selatan, Bripka Rs bahkan sempat menikam anggota Unit Narkoba Polresta KPPP, Briptu Yusuf. Beruntung, hanya mengenai tangan kiri dan jari-jari kirinya. Bripka Rs ditangkap saat memeriksakan diri di RS Bhayangkara karena menderita luka di punggungnya.
Briptu Yusuf sendiri sempat menjalani perawatan di UGD RS Bhayangkara.
Kasat Reskrim Polresta Kepolisian Pelaksana Pelayanan Pelabuhan (KPPP) AKP H Muh Yadin mengemukakan, sebelumnya polisi menangkap seorang pengedar narkoba. Dari keterangan tersangka itulah, diketahui jika Bripka Rs terlibat dalam peredaran narkoba jenis shabu-shabu itu.
"Atas keterangan itulah anggota saya turun ke lapangan menyamar sebagai pembeli dan melakukan transaksi dengan Bripka Rs," jelasnya.
Transaksi dilakukan di Jl Veteran Selatan, di sebuah warung kopi. "Saat anggota saya menggeledah Bripka Rs, dia langsung mencabut badik dan menikam Briptu Yusuf," kata Muh Yadin.
Beruntung, katanya, Briptu Yusuf berhasil menghindar dengan melompat. Namun badik itu masih sempat melukai telapak kiri dan jari-jarinya.
Melihat Briptu Yusuf terluka, Brika Rs langsung kabur dengan sepeda motor.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polresta Gowa. Anggota Provost Gowa yang menerima laporan, langsung ke Polresta KPPP untuk mengambil keterangan saksi.
Dari situ juga terungkap jika Bripka Rs merupakan tahanan Polresta Gowa dalam kasus yang sama, yakni narkoba. Namun dia menjalani status tahanan luar.
Kapolresta KPPP, AKBP Sri Rezeki Budiarti meminta supaya Bripka Rs segera diproses sesuai dengan hukum. "Kita berharap dia diproses," pintanya.
Kasat Samapta Gowa, AKP GP Rempe, yang dihubungi BKM malam tadi menjelaskan bahwa Bripka Rs telah diamankan dan sekarang dirawat di RS Bhayangkara karena menderita luka lecet di punggung. "Dia diamankan saat memeriksakan diri di RS Bhayangkara karena menderita luka lecet di punggungnya," ujarnya.
Dia mengaku, selama ini Bripka Rs memang tidak pernah masuk kantor. Sering bolos dan pernah diproses di Brimob untuk dibina dalam kasus yang sama.
Namun setelah dibina, justru malas masuk. Menurutnya, soal sanksi, kalau terbukti akan diproses dan ditindak tegas (TIM)

Pelajar SMU Edarkan Pil Koplo




BILD TEGAL –Pada Hari Jumat, 20 Februari 2004 REP (20), seorang pelajar kelas III sebuah SMU swasta di Kota Tegal kemarin ditangkap polisi karena diduga mengedarkan rahepnol atau pil koplo. Dia yang tinggal di Jl Projosumarto, Kelurahan Cangkring, Talang Kabupaten Tegal itu diringkus bersama dua tersangka lain, Iwan Rudi Setiawan (22), yang mengaku tinggal di Desa Pacul, Talang dan Maskuri (18), mengaku tinggal di Desa Kaladawa, Talang.
Dari tangan ketiga tersangka, polisi menyita 86 butir pil koplo dan uang Rp 50.000. Kapolresta Tegal AKBP Drs Darwin Butar Butar didampingi Kasat Narkoba AKP Kusnadi mengatakan, ketiga tersangka diringkus di sebuah warung penjual bakso di Jl Pancasila Kota Tegal.
Penangkapan ketiga tersangka, ungkap Kusnadi, merupakan pengembangan informasi masyarakat yang menunjukkan warung bakso itu sering dijadikan ajang transaksi narkoba yang melibatkan pelajar SMU.

Dijual
Ketiga tersangka ketika dimintai keterangan mengakui perbuatan mereka. REM yang badannya bertato itu mengaku membeli pil koplo selain dikonsumsi sendiri juga dijual kepada orang lain. Dia memperoleh barang dari Maskuri dengan harga Rp 50.000/lempeng, satu lempeng berisi 23 butir.
Adapun tersangka Masmuri mengaku memperoleh barang tersebut dari seseorang asal Jakarta. Dia membeli dengan Rp 30.000/lempeng, kemudian dijual ke pelanggan Rp 50.000/lempeng.
''Informasi itu kami kembangkan oleh polisi yang berpura-pura membeli barang bukti. Nah, dari situlah pengedaran narkoba itu terkuak,'' katanya.
Pada awalnya, kata dia, hanya REP yang diringkus. Kemudian dikembangkan ke wilayah Kaladawa dan dua tersangka lain dibekuk di rumahnya beserta barang bukti. Bahkan, ketika digeledah, tersangka Iwan menyimpan barang bukti di celana dalamnya 63 butir pil.
Hingga kemarin, ketiga tersangka masih mendekam di sel tahanan Mapolresta guna penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat UU No 5/1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukum maksimal penjara 15 tahun dan denda Rp 200 juta. (Jend Sutanto)

Waspadai Obat Palsu di Kediri






BILD Kediri- Pada Tanggal 15 October 2009 pukul 22:58 wib Kesehatan adalah segalanya. Sebab menjaga kesehatan berarti bertahan untuk hidup. Karenanya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tak akan pernah surut. Sayang, kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap layanan kesehatan ini dimanfaatkan sejumlah pihak yang tak bertanggung jawab. Seperti temuan Kepolisian Sektor Pesantren, Kediri, Jawa Timur, baru-baru ini, yang menyita ratusan butir obat palsu dari penjual dan peracik obat palsu bernama Mufradli.
Kepada polisi, tersangka mengaku melayani pembeli dengan mendengarkan terlebih dahulu keluhan atau gejala yang diderita. Ia kemudian meracik obat berdasarkan keluhan pembeli. Padahal, ia sama sekali tak memiliki keahlian untuk membuat obat. Pelaku tidak bekerja sendiri. Ia dibantu seorang teman bernama Salamun, yang juga tertangkap tangan saat menjual obat palsu di Pasar Pahing, Kediri.
Di tempat berbeda, penjual obat kuat palsu bernama Sutriawan juga ditangkap petugas Kepolisian Resor Kota Kediri. Dari tangan tersangka disita obat penambah daya seksual dari berbagai merek terkenal. Ia dibekuk karena menjual obat tanpa izin dari pihak berwenang. Hal ini menyalahi peraturan dari Departemen Kesehatan dan Departemen Perdagangan. Pelaku mengaku hanya menjual berdasarkan pesanan dari konsumen. (Frengki)

Awas, Uang Palsu Marak Jelang Lebaran




BILD Jakarta: Pada Tanggal 27 Agustius 2009 pukul 22:53 wib Perusahaan Umum Percetakan Uang RI (Perum Peruri) mencetak uang sedemikian rupa dengan peralatan canggih agar sulit ditiru. Namun hal itu tidak menyurutkan para pemalsu untuk terus beroperasi. Belum lama ini, polisi membekuk komplotan pembuat dan pengedar uang palsu di Klaten, Jawa Tengah
Para tersangka mengaku sudah beroperasi selama tiga tahun. Mereka juga mengaku berhasil mengedarkan uang palsu di sejumlah kota di Jawa. Kepada peminat, komplotan ini menjual empat lembar uang palsu dengan selembar uang asli senilai sama. Tersangka menampik sebagai pembuat uang palsu. Mereka mengaku hanya mengedarkan. Sementara uang palsu mereka dapatkan dari seseorang di Solo, Jawa Tengah.
Siapapun pembuatnya, hasil karya jaringan pemalsu uang ini tergolong lihai. Secara visual, duit kertas cetakan mereka nyaris sama dengan yang asli. Bahkan, polisi pun mengaku sempat terkecoh. Hasil karya komplotan ini baru bisa dipastikan palsu dengan memeriksanya di bawah sinar ultra violet. Selain itu, dalam tumpukan uang palsu biasanya terdapat duit bernomor seri sama.
Karena itu, waspadalah dengan keberadaan uang palsu. Terlebih, menjelang Idul Fitri. Sebab, di masa-masa seperti inilah perputaran uang demikian kencang dan dianggap ideal bagi pengedar uang palsu untuk beraksi. (Jend Sutanto)

NARKOBA INDIA SUDAH MASUK DI INDONESIA





Tersangka dan barang bukti berupa kotak berisi bahan baku narkotika, ketamine di Kantor KPPBC Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Paket ketamine senilai Rp 24,8 miliar, diselundupkan dari India

Selasa, 01 Desember 2009

BANK CENTURY BIKIN MASALAH 11 “PPATK: Info Aliran Dana Century Rahasia”




BILD Jakarta: Pada Hari 01 Dwesember 2009 pukul 15:34 wib Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Bambang Permantoro menegaskan, institusinya tidak pernah memberikan data atau informasi mengenai aliran dana Bank Century kepada pihak manapun hingga saat ini.
Kepada pers di Jakarta, Selasa (1/12), Bambang mengatakan, hasil analisis transaksi keuangan PPATK merupakan informasi yang bersifat rahasia menurut Pasal 10A dan 17A Undang-Undang tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Karena itu, ia menambahkan, informasi yang beredar di masyarakat tentang aliran dana Century melalui email, pesan singkat, blog, maupun saluran lain bukan berasal dari PPATK.
"Kami memandang perlu untuk mengklarifikasi bahwa PPATK tidak memiliki informasi tersebut dan karena itu tidak pernah memberikan data atau informasi mengenai aliran dana tersebut kepada siapa pun," ujar Bambang sebagaimana dikutip ANTARA.
Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), Senin kemarin menyebutkan sejumlah nama dan lembaga sebagai penerima aliran dana Bank Century. Pada Selasa siang tadi, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, serta trio Mallarangeng (Andi, Rizal, dan Zulkarnain) melaporkan Bendera ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik.(Muller)

NATAL & TAHUN BARU 2011

NATAL & TAHUN BARU 2011
KITA BERSYUKUR BISA MERAYAKAN HARI NATAL & TAHUN BARU MAKA DARI ITU KITA HARUS MENGHARGAI & MEMBANTU ORANG YANG MEMBUTUHKAN SERTA KITA HARUS BISA MEMAAFKAN ORANG LAIN YANG MENYAKITI KITA

NATAL & TAHUN BARU 2011

NATAL  & TAHUN BARU 2011
KITA BERSYUKUR BISA MERAYAKAN HARI NATAL & TAHUN BARU MAKA DARI ITU KITA HARUS MENGHARGAI & MEMBANTU ORANG YANG MEMBUTUHKAN SERTA KITA HARUS BISA MEMAAFKAN ORANG LAIN YANG MENYAKITI KITA

IDUL FITRI TAHUN 2010

IDUL FITRI TAHUN 2010
DALAM HARI FITRI INI KITA HARUS BISA MENGHARGAI ORANG LAINH & KITA HARUS BISA MEMAAFKAN ORANG LAIN YANG MENYAKITKAN DIRI KITA

IDUL FITRI 2010

IDUL FITRI 2010
DALAM HARI FITRI INI KITA HARUS BISA MENGHARGAI ORANG LAINH & KITA HARUS BISA MEMAAFKAN ORANG LAIN YANG MENYAKITKAN DIRI KITA

DIRGAHAYU RI KE 65 TAHUN

DIRGAHAYU RI KE 65 TAHUN
MARI KITA BERANTAS KORUPSI

DIRGAHAYU RI KE 65 TAHUN

DIRGAHAYU RI KE 65 TAHUN
MARI KITA BERANTAS KORUPSI

FU WALI KOTAKU

FU WALI KOTAKU
INGAT TANGGAL 2 JUNE 20010 COBELOS NO 2

NATAL 2009

NATAL 2009

TAHUN BARU 2010

TAHUN BARU 2010

GONG XI FA CAI 2010

GONG XI FA CAI 2010
REDAKSI BERLIN DEUTSCHLAND GROUP (DEUTSCHE TV,ZEITUNG BERLIND DEUSCHLAND,ZEITUNG BORGOL & ZEITUNG POLIZEI) MENGGUCAKAN SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA CHINA 2010 “GONG XI FA CAI”

SELAMAT JALAN “KH Abdurahman Wahid/Gus Dur”

SELAMAT JALAN “KH Abdurahman Wahid/Gus Dur”

SELAMAT JALAN WAKIL GEBENUR JATIM BPK TRIMARJONO

SELAMAT JALAN WAKIL GEBENUR JATIM BPK TRIMARJONO
REDAKSI BERLIN DEUTSCHLAND GROUP (DEUTSCHE TV,ZEITUNG BERLIND DEUSCHLAND,ZEITUNG BORGOL & ZEITUNG POLIZEI) IKUT BERDUKA CITA ATAS MENINGGALNYA WAKIL GEBENUR JATIM BPK TRIMARJONO SEMOGA ARWA ANDA DI TERIMA OLEHNYA & KELUARGA YANG DI TINGGALKAN DI BERIKESEHATAN DAN KEKUATAN DARI TUHAN

NARKOBA & MIRAS ADALAH KEMATIAN

NARKOBA & MIRAS ADALAH KEMATIAN
JANGAN COBA-COBA MENIKMATI/MENGEDARKAN NARKOBA & MIRAS BILA TIDAK MAU JADI MAYAT/MENINGGAL PESAN DARI BADAN NARKOBA NASIONAL INDONESIA & BADAN ANTI NARKOBA JERMAN

WANTED DEUTSCHE POLIZEI

WANTED DEUTSCHE POLIZEI
HER LIE,UMUR 60 TAHUN,HATI-HATI DENGAN ORANG INI. JAUHKAN ANAK-ANAK ANDA DARI ORANG INI. KARENA NANTI ANAK ANDA BISA HILANG DARI ANDA. MASYAKARKAT YANG MENGGETAHUI ANDA BISA HUBUNGI KANTOR POLISI JERMAN DI BERLIN Tel (04930) 4664664,Hamburg Tel: (04940) 19296,428676767,428650 E-Mail: lka.7011@hamburg.de ATAU HUBUNGI REDAKSI BILD REDAKSI DI TEL (06231)70696441

JERITAN HATI MASYARAKAT 4

JERITAN HATI MASYARAKAT 4
HARI INI MASIH ADA PEJABAT YANG MENGGUNAKAN JILBAB MENGHINA WARTAWAN MEDIA CETAK MINGGUAN. BILA SEMUA PEJABAT MEMILIKI SIFAT BURUK. INDONESIA JADI APA? DAN APA KATA DUNIA

JERITAN HATI MASYARAKAT 3

JERITAN HATI MASYARAKAT 3
HARI INI MASIH ADA PEJABAT/STAF PAJAK & KEMENTERIAN KEUANGAN CURI UANG MASYARAKAT. APA KATA DUNIA? (BILD RI 28 MARET 2010)

JERITAN HATI MASYARAKAT 2

JERITAN HATI MASYARAKAT 2
HARI INI IBU SRI MULIANI MASIH MILIKI SIFAT MUNAK & SUKA MEMBUAL APA KATA DUNIA? (BILD RI 25 MARET 2010)

JERITAN HATI MASYARAKAT 1

JERITAN HATI MASYARAKAT 1
HARI INI MASIH ADA PEJABAT KORUPSI APA KATA DUNIA? (BILD RI 20 MARET 2010)